22 Korban Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone Masih Utuh

LembarIlmu.comTim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri memastikan bahwa 22 korban tewas dalam kebakaran Gedung Terra Drone tetap utuh dan dapat kenali. Pernyataan ini memberikan kepastian bagi keluarga korban yang menunggu informasi tentang identitas orang-orang terkasih mereka. Meskipun tragedi kebakaran ini menimbulkan duka mendalam, kondisi jasad yang masih utuh memungkinkan proses identifikasi lakukan secara lebih cepat dan akurat.

Kebakaran Gedung Terra Drone sebelumnya telah menarik perhatian publik karena jumlah korban yang cukup besar. Langkah-langkah evakuasi dan penyelamatan telah lakukan tim SAR, namun sebagian besar korban temukan dalam kondisi meninggal dunia. Labfor Polri pun mengambil alih proses identifikasi dengan memastikan bahwa setiap korban dapat kenali dan beri hak yang layak sesuai prosedur hukum dan kemanusiaan.

Proses Identifikasi Korban oleh Labfor Polri

Labfor Polri melakukan identifikasi korban dengan menggunakan metode standar forensik yang melibatkan pemeriksaan fisik dan administrasi dokumen terkait. Kondisi jasad yang masih utuh mempermudah pihak berwenang untuk mencatat identitas, menghubungi keluarga, dan menyiapkan proses pemulangan jenazah. Dalam proses ini, tim Labfor bekerja secara cermat untuk memastikan tidak ada kesalahan identifikasi. Setiap korban periksa secara individual, dan informasi yang kumpulkan kemudian verifikasi dengan dokumen administrasi serta data dari keluarga.

Hal ini penting untuk memastikan hak-hak korban dan keluarga terpenuhi serta menghindari kesalahan yang bisa menimbulkan kebingungan atau kesalahan administrasi. Proses identifikasi ini juga menjadi langkah awal dalam penanganan pasca-bencana. Termasuk pemulangan jenazah ke keluarga dan penyusunan laporan resmi terkait kebakaran Gedung Terra Drone. Masyarakat dan keluarga korban menunggu hasil ini dengan penuh harap, karena memberikan kepastian dan kesempatan untuk mengadakan prosesi pemakaman yang layak.

Dampak dan Imbauan Keselamatan

Tragedi kebakaran ini menegaskan pentingnya kewaspadaan dan langkah keselamatan di gedung-gedung publik maupun komersial. Labfor Polri menekankan bahwa identifikasi yang cepat dan akurat sangat bergantung pada kondisi jasad korban. Sehingga penting bagi pihak berwenang dan pengelola gedung untuk memastikan protokol keselamatan terapkan secara ketat. Selain itu, keluarga korban imbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari pihak kepolisian dan Labfor Polri, serta menghindari spekulasi yang belum terkonfirmasi.

Kepastian bahwa 22 korban tetap utuh dan dapat kenali menjadi kabar penting yang memberikan kesempatan bagi keluarga untuk menyiapkan proses pemakaman dan mengatur hak-hak hukum terkait kematian korban. Dengan proses identifikasi yang jelas, harapkan keluarga korban dapat menerima kepastian, duka dapat tangani. Dengan baik, dan masyarakat mendapat pelajaran penting mengenai keselamatan gedung dan kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran. Tragedi Gedung Terra Drone menjadi pengingat akan risiko kebakaran dan pentingnya upaya pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.