Ahli Ungkap Penyebab Islam Politik Pecah Belah Faktor Utama

LembarIlmu.comPeradaban Islam pernah mencapai puncak kejayaan, menjadi pusat ilmu pengetahuan, perdagangan, dan budaya. Namun, sejarah mencatat bahwa kejayaan itu tidak berlangsung selamanya. Seorang ahli sejarah dan peradaban Islam mengungkap bahwa salah satu penyebab utama runtuhnya peradaban Islam adalah politik pecah belah yang merusak persatuan dan stabilitas internal. Menurutnya, konflik internal, perebutan kekuasaan, dan manipulasi politik oleh kelompok tertentu melemahkan struktur pemerintahan dan sosial masyarakat Muslim. Fenomena ini membuat peradaban yang awalnya kokoh menjadi rentan terhadap tekanan eksternal, termasuk invasi dan dominasi kekuatan asing.

Politik Pecah Belah dan Dampaknya pada Persatuan

Politik pecah belah terjadi ketika kepentingan individu atau kelompok lebih diutamakan daripada kepentingan kolektif umat. Dalam konteks sejarah Islam, ahli tersebut menyoroti bagaimana perpecahan internal, perselisihan mazhab, dan perebutan kekuasaan di tingkat pemerintahan menyebabkan hilangnya rasa solidaritas. Akibatnya, masyarakat Muslim yang semula bersatu untuk tujuan bersama, seperti pertahanan wilayah, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan ilmu pengetahuan, menjadi terfragmentasi.

Kekuasaan terpecah, sementara persaingan internal melemahkan ketahanan ekonomi dan militer. Banyak kota-kota besar yang dulu menjadi pusat peradaban pun mengalami kemunduran karena konflik internal yang berkepanjangan. Ahli tersebut menekankan bahwa politik pecah belah tidak selalu berbentuk peperangan terbuka. Sering kali berupa intrik, manipulasi informasi, atau persaingan elit politik yang membuat rakyat kehilangan arah dan kepercayaan terhadap pemimpin. Dalam jangka panjang, kondisi ini memudahkan intervensi dari kekuatan luar yang ingin mengeksploitasi ketidakstabilan.

Faktor Lain yang Mempercepat Kemunduran

Selain politik pecah belah, terdapat faktor lain yang turut mempercepat kemunduran peradaban Islam. Salah satunya adalah stagnasi ekonomi akibat manajemen sumber daya yang buruk dan kurangnya inovasi dalam perdagangan. Seiring waktu, pusat-pusat perdagangan yang dulu makmur mulai kehilangan daya saing. Pendidikan dan ilmu pengetahuan juga terdampak. Ketika elite politik terpecah dan fokus pada kekuasaan, pendanaan untuk lembaga pendidikan dan pengembangan sains menurun. Hal ini menyebabkan masyarakat kehilangan akses terhadap pengetahuan mutakhir, sehingga inovasi melambat. Dalam perspektif sejarah, stagnasi intelektual ini menjadi salah satu alasan peradaban Islam tidak mampu bersaing dengan bangsa lain yang lebih terorganisir.

Selain itu, tekanan eksternal dari invasi atau kolonialisme seringkali memanfaatkan perpecahan internal. Negara-negara asing dapat masuk dan menguasai wilayah dengan mudah karena masyarakat Muslim tidak bersatu. Inilah yang membuat politik pecah belah menjadi faktor utama, karena ia membuka celah bagi kekuatan luar untuk mengeksploitasi situasi. Kesimpulannya, runtuhnya peradaban Islam bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal, tetapi politik pecah belah memainkan peran kunci. Perpecahan internal melemahkan persatuan, memperlambat inovasi, dan membuat masyarakat rentan terhadap tekanan eksternal. Menurut ahli, memahami sejarah ini penting agar umat saat ini bisa belajar menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan menghindari kesalahan yang sama dalam menghadapi tantangan modern.