LembarIlmu.Com – Salju lebat dan cuaca dingin ekstrem yang melanda Paris, Prancis, dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan kekacauan besar dalam sektor transportasi, terutama di Bandara Charles de Gaulle dan Orly. Hujan salju yang deras membuat landasan pacu tertutup salju dan es, sehingga memaksa pihak berwenang dan maskapai untuk membatalkan ratusan penerbangan demi alasan keselamatan.
Menurut Menteri Transportasi Prancis, Philippe Tabarot, sekitar 100 penerbangan batalkan di Bandara Charles de Gaulle dan sekitar 40 di Bandara Orly pada pagi hari 7 Januari 2026, karena kondisi bandara tidak memungkinkan operasi normal. Akibatnya, sejumlah besar penumpang ketinggalan jadwal dan terpaksa menunggu informasi lebih lanjut.
Hujan salju yang semula prediksi oleh otoritas cuaca sebagai badai salju Goretti ternyata turun lebih deras dari perkiraan, sehingga tim pembersih landasan pacu dan petugas bandara harus bekerja ekstra keras untuk membersihkan area runway dan melakukan de‑icing pada pesawat. Pekerjaan ini berlangsung lambat karena salju terus menumpuk, sehingga kapasitas bandara secara signifikan menurun.
Selain gangguan di bandara, transportasi umum di Paris ikut terkena dampaknya. Seluruh layanan bus di kota alihkan atau hentikan sementara karena kondisi jalan yang licin dan berbahaya, sementara layanan kereta bawah tanah dan kereta suburban masih beroperasi tetapi dengan jadwal yang terganggu. Otoritas menutup akses jalan bagi kendaraan berat dan memperingatkan warga untuk tidak bepergian kecuali sangat perlu demi keselamatan.
Dampak Luas Salju & Anjuran untuk Penumpang
Gangguan penerbangan akibat salju lebat ini memaksa maskapai besar seperti Air France, easyJet, dan lainnya. Mengubah jadwal mereka, dan banyak penumpang kini menghadapi penundaan panjang atau pembatalan tanpa kepastian jadwal baru. Di beberapa bandara besar di Eropa lainnya, seperti Amsterdam dan Brussels, situasi serupa juga terjadi, menunjukkan betapa luasnya dampak badai salju terhadap jaringan transportasi internasional.
Otoritas cuaca nasional Météo France menempatkan 38 dari 96 departemen Prancis dalam status siaga tinggi untuk salju dan es. Mengingat jumlah salju yang sudah mencapai beberapa sentimeter di banyak wilayah. Mereka juga memperingatkan adanya risiko lapisan es hitam (black ice) yang membuat permukaan jalan dan landasan pesawat menjadi sangat licin.
Penumpang yang berencana bepergian sarankan untuk sering memeriksa status penerbangan mereka secara online. Karena kondisi dapat berubah dengan cepat tergantung cuaca. Serta mempertimbangkan opsi penginapan lokal jika tidak ada alternatif penerbangan pada hari yang sama. Otoritas bandara juga berusaha menyediakan bantuan dan fasilitas bagi penumpang yang terdampar, termasuk area tunggu yang lebih aman dan informasi real‑time tentang jadwal baru.
Selain itu, pemerintah kota Paris menganjurkan warga bekerja dari rumah (work from home) dan menunda perjalanan. Yang tidak penting hingga kondisi cuaca membaik demi mengurangi kepadatan di sistem transportasi yang saat ini sangat terbebani.
Fenomena salju lebat ini jarang terjadi di Paris dalam intensitas seperti sekarang, sehingga menarik perhatian warga dan pengunjung. Beberapa penduduk bahkan memanfaatkan momen ini untuk bermain ski ringan atau membuat aktivitas salju di beberapa taman kota terkenal. Meski kondisi tersebut tetap berdampak negatif pada aktivitas sehari‑hari.
