LembarIlmu.Com – Sebuah video yang menampilkan seorang balita menggunakan kantong kresek untuk kegiatan MBG (Makanan Bergizi Gratis) viral di media sosial, memicu kehebohan publik. Banyak netizen menyoroti praktik yang nilai tidak layak dan berisiko bagi kesehatan anak. Video ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar keamanan dan prosedur pelaksanaan program MBG yang seharusnya memperhatikan keselamatan anak-anak.
Berdasarkan laporan, kejadian ini terjadi saat kegiatan MBG laksanakan di salah satu wilayah perkotaan. Balita yang seharusnya menerima makanan atau minuman bergizi justru menggunakan kantong kresek untuk menampung atau membawa makanan tersebut. Kejadian ini menimbulkan kecaman publik karena menunjukkan lemahnya pengawasan dalam program yang menyasar anak-anak, yang menjadi salah satu kelompok paling rentan.
Netizen tidak hanya menyoroti sisi keselamatan balita, tetapi juga menuntut pertanggungjawaban pihak yang bertanggung jawab. Termasuk pelaksana kegiatan dan Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG). Publik menekankan bahwa kegiatan sosial seperti MBG harus jalankan dengan prosedur yang benar, menggunakan peralatan layak, dan memperhatikan aspek kesehatan anak.
Komisi IX DPR Minta Sanksi untuk SPPG
Menanggapi viralnya video tersebut, Komisi IX DPR RI angkat suara dan menegaskan bahwa SPPG yang bertanggung jawab atas kegiatan MBG harus berikan sanksi tegas. Komisi menekankan bahwa kelalaian seperti ini tidak bisa biarkan karena menyangkut keselamatan anak dan integritas program pemerintah.
Anggota Komisi IX menilai bahwa insiden ini mencoreng tujuan program MBG yang seharusnya meningkatkan kesehatan dan gizi anak. Sanksi yang minta DPR bukan hanya berupa teguran administratif, tetapi juga evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pelaksanaan kegiatan. DPR berharap perbaikan standar pelaksanaan dan pengawasan lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, Komisi IX mendorong pihak terkait untuk melakukan edukasi bagi pelaksana program MBG mengenai standar keselamatan dan gizi anak. Penanganan yang cepat dan transparan harapkan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah dan memastikan hak-hak anak terpenuhi.
Kasus MBG balita pakai kantong kresek ini menjadi pengingat penting. Bagi pemerintah dan pelaksana program sosial bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas utama. Selain sanksi untuk pihak yang lalai, perlukan langkah preventif melalui pelatihan, prosedur baku, dan pengawasan ketat untuk menjamin kegiatan yang menyasar anak-anak benar-benar aman dan bermanfaat.
Dengan respons DPR dan pengawasan publik yang kuat, harapkan SPPG dan pelaksana program MBG lainnya lebih berhati-hati dan profesional. Insiden ini sekaligus menjadi pelajaran penting bahwa setiap program sosial harus jalankan dengan standar tinggi, terutama yang menyasar kelompok rentan seperti balita. Agar manfaat program benar-benar rasakan tanpa risiko bagi anak-anak.
