LembarIlmu.Com – Media sosial kembali ramaikan dengan tren meme kocak bertajuk SEAblings vs Knetz. Istilah SEAblings merujuk pada netizen Asia Tenggara, sementara Knetz adalah sebutan untuk netizen Korea. Perbandingan gaya, ekspresi, hingga “adu mirip artis” menjadi bahan candaan yang sukses mengundang tawa.
Fenomena ini viral di berbagai platform seperti Instagram dan X. Ribuan unggahan membandingkan potret selebritas, gaya fashion, hingga ekspresi wajah yang anggap memiliki kemiripan unik. Tak jarang, hasilnya justru di luar dugaan dan membuat warganet ngakak berjamaah.
Tren ini muncul dari kreativitas netizen yang gemar membuat konten hiburan ringan. Meski bernuansa kompetitif, meme SEAblings vs Knetz lebih bersifat santai dan tidak maksudkan untuk menyinggung pihak mana pun.
Adu Mirip Artis yang Bikin Ngakak
Salah satu format meme yang paling populer adalah adu mirip artis. Netizen membandingkan selebritas Asia Tenggara dengan artis Korea yang anggap memiliki kemiripan wajah, gaya rambut, atau ekspresi tertentu. Hasil komparasi itu kemudian beri caption jenaka yang semakin memperkuat unsur komedi.
Beberapa unggahan bahkan menyandingkan potret selebritas ternama dengan versi “lokal” yang nilai punya vibe serupa. Meski tidak selalu benar-benar mirip, sudut pengambilan gambar dan timing ekspresi membuat perbandingan tersebut terlihat kocak.
Kreativitas ini menunjukkan bagaimana budaya pop lintas negara saling terhubung. Gelombang Hallyu yang mendunia membuat banyak netizen Asia Tenggara akrab dengan artis Korea. Dari situlah muncul ide membandingkan visual dan gaya yang sekilas tampak serupa.
Selain adu wajah, ada juga meme yang membandingkan gaya busana di acara formal, konsep pemotretan, hingga pose red carpet. Tak sedikit pula yang menambahkan elemen editing sederhana untuk mempertegas kemiripan. Justru sentuhan edit “apa adanya” itulah yang membuat meme terasa semakin lucu.
Fenomena Viral dan Respons Netizen
Tren SEAblings vs Knetz menunjukkan betapa cepatnya budaya internet berkembang. Dalam hitungan jam, satu unggahan bisa menyebar luas dan adaptasi menjadi berbagai versi kreatif lainnya. Pola ini mencerminkan karakter netizen yang responsif dan gemar berpartisipasi dalam tren viral.
Sebagian besar respons warganet bernada positif. Banyak yang menganggap meme ini sekadar hiburan ringan di tengah padatnya informasi media sosial. Namun, ada juga yang mengingatkan agar candaan tetap dalam batas wajar dan tidak menjurus pada body shaming atau stereotip berlebihan.
Menariknya, tren ini juga membuka diskusi tentang standar kecantikan dan popularitas budaya pop. Perbandingan visual antara artis Asia Tenggara dan Korea kerap memicu perdebatan ringan tentang gaya, aura, dan karakter masing-masing.
Terlepas dari pro dan kontra, meme kocak SEAblings vs Knetz membuktikan bahwa humor adalah bahasa universal. Lewat adu mirip artis yang bikin ngakak, netizen berhasil menciptakan ruang hiburan kolektif yang mengundang tawa bersama.
Fenomena ini kemungkinan akan terus berkembang dengan format yang semakin kreatif. Selama tetap santai dan tidak menyinggung, tren seperti ini menjadi bukti bahwa media sosial bukan hanya tempat berbagi informasi, tetapi juga wadah ekspresi humor yang menyatukan banyak orang lintas budaya.
