LembarIlmu.com – Warga Kabupaten Tanggamus, Lampung, dibuat takjub oleh kemunculan awan berbentuk unik menyerupai lensa atau piring terbang yang menghiasi langit wilayah tersebut. Fenomena ini sempat viral di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi. Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan ilmiah bahwa awan tersebut dikenal sebagai awan lenticularis.
Menurut BMKG, awan lenticularis (Altocumulus lenticularis) merupakan jenis awan yang terbentuk akibat aliran udara stabil yang melewati pegunungan atau wilayah dengan kontur tinggi. Ketika udara bergerak naik dan turun secara bergelombang, uap air akan mengembun dan membentuk awan dengan struktur halus, simetris, dan menyerupai lensa. Awan ini sering terlihat diam di satu tempat, meskipun angin di sekitarnya cukup kencang, sehingga kerap salahartikan sebagai benda asing di langit.
Mengapa Muncul di Tanggamus?
BMKG menjelaskan bahwa kemunculan awan lenticularis di Tanggamus tidak terlepas dari kondisi geografis Lampung, khususnya wilayah yang memiliki perbukitan dan pegunungan. Aliran udara lembap yang melintas di daerah tersebut, kombinasikan dengan atmosfer yang stabil, menjadi faktor utama terbentuknya awan ini. Fenomena ini biasanya terjadi saat musim peralihan atau ketika terdapat perbedaan suhu dan tekanan udara yang signifikan di lapisan atmosfer menengah.
Apakah Awan Lenticularis Berbahaya?
BMKG menegaskan bahwa awan lenticularis tidak berbahaya dan bukan pertanda bencana. Namun, bagi dunia penerbangan, awan ini bisa menjadi indikator adanya turbulensi kuat di sekitar area tersebut. Oleh karena itu, pilot pesawat biasanya menghindari wilayah dengan awan lenticularis. Bagi masyarakat umum, awan ini murni merupakan fenomena alam yang indah dan langka, serta aman untuk amati. Karena bentuknya yang unik dan estetik, awan lenticularis kerap viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi, mulai dari isu mistis hingga dugaan UFO. BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak ilmiah dan selalu merujuk pada sumber resmi.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengajak masyarakat untuk:
- Tetap tenang dan tidak panik saat melihat fenomena alam yang tidak biasa
- Meningkatkan literasi cuaca dan iklim
- Mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait kondisi cuaca dan fenomena atmosfer
Fenomena seperti awan lenticularis justru menjadi kesempatan edukasi untuk memahami dinamika atmosfer Indonesia yang kaya dan beragam. Kemunculan awan lenticularis di Tanggamus, Lampung, merupakan fenomena alam yang wajar dan dapat jelaskan secara ilmiah. BMKG memastikan bahwa awan ini tidak berbahaya, melainkan hasil interaksi antara aliran udara dan kondisi geografis wilayah. Keindahannya menjadi pengingat bahwa langit Indonesia menyimpan banyak fenomena menarik yang patut pahami, bukan takuti.
