LembarIlmu.Com – Galungan dan Kuningan merupakan hari suci penting bagi umat Hindu, terutama di Bali dan beberapa daerah lain di Indonesia. Kedua hari ini menandai kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan) serta menjadi momen berkumpul keluarga dan beribadah.
Bagi masyarakat Hindu, mengetahui jadwal Galungan dan Kuningan 2026 sangat penting agar bisa merencanakan ibadah, upacara adat, dan kegiatan sosial. Selain itu, banyak yang bertanya apakah kedua hari suci ini termasuk libur nasional resmi yang atur pemerintah.
Jadwal Galungan dan Kuningan 2026
Berdasarkan kalender Bali dan perhitungan pawukon, tanggal penting pada tahun 2026 adalah:
- Galungan 2026: Jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.
- Kuningan 2026: Bertepatan 10 hari setelah Galungan, yakni pada Jumat, 28 Februari 2026.
Galungan dirayakan dengan upacara di pura dan pemasangan penjor di depan rumah sebagai simbol kemenangan dharma. Sementara Kuningan menjadi penutup rangkaian perayaan Galungan, biasanya diisi dengan doa bersama dan persembahan khusus kepada leluhur.
Meski kedua hari ini sangat penting dalam tradisi Hindu, pemerintah tidak menetapkannya sebagai hari libur nasional. Artinya, secara resmi hari kerja tetap berjalan, kecuali jika perusahaan atau institusi memberikan kebijakan khusus untuk karyawannya.
Libur Nasional atau Hari Raya Keagamaan Lokal?
Galungan dan Kuningan termasuk hari raya keagamaan lokal, yang artinya:
- Hanya menjadi libur di daerah tertentu, terutama di Bali dan wilayah dengan populasi Hindu signifikan.
- Pemerintah pusat tidak menetapkan Galungan dan Kuningan sebagai libur nasional resmi seperti Idul Fitri, Natal, atau Tahun Baru.
- Banyak instansi, sekolah, dan kantor di Bali memberikan libur khusus bagi umat Hindu agar bisa menjalankan ibadah dan tradisi adat.
Meskipun bukan libur nasional, masyarakat tetap dapat merayakan dengan mengikuti kegiatan keagamaan, persembahan di pura, serta bersilaturahmi dengan keluarga. Libur lokal ini memungkinkan komunitas Hindu tetap menjaga tradisi tanpa mengganggu jadwal nasional secara luas. Bagi yang tinggal di luar Bali atau daerah dengan populasi Hindu minoritas, perayaan Galungan dan Kuningan tetap dapat dilakukan, namun biasanya tidak mempengaruhi jadwal sekolah atau kerja.
