Prabowo Dan Raja Charles III Sepakati Pemulihan 57 Taman RI

LembarIlmu.Com – Kerja sama internasional di bidang lingkungan kembali perkuat melalui kesepakatan antara Prabowo Subianto dan Raja Charles III. Dalam pertemuan strategis yang mencerminkan hubungan bilateral Indonesia–Inggris, kedua tokoh tersebut sepakat mendorong pemulihan 57 taman di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari agenda keberlanjutan dan pelestarian alam. Kesepakatan ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga ekosistem hijau di tengah tantangan perubahan iklim global. Prabowo menekankan bahwa taman-taman tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga sebagai penyangga ekologi, pusat edukasi lingkungan, serta aset sosial dan budaya bagi masyarakat sekitar.

Raja Charles III, yang kenal luas atas kepeduliannya terhadap isu lingkungan dan konservasi alam, menyambut positif langkah Indonesia dalam memulihkan taman-taman nasional dan kawasan hijau strategis. Dukungan Inggris dalam bentuk keahlian, teknologi ramah lingkungan, serta kolaborasi kebijakan harapkan mampu mempercepat proses pemulihan secara berkelanjutan.

Pemulihan 57 taman RI ini mencakup peningkatan kualitas vegetasi, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pengelolaan kawasan berbasis komunitas. Program ini juga arahkan untuk membuka peluang ekonomi hijau, termasuk ekowisata dan pemberdayaan masyarakat lokal tanpa merusak keseimbangan alam. Dari perspektif geopolitik, kesepakatan ini mencerminkan posisi Indonesia yang semakin aktif dalam diplomasi hijau global. Kerja sama dengan Inggris menjadi sinyal kuat bahwa isu lingkungan kini menjadi bagian penting dari strategi pembangunan nasional dan hubungan internasional.

Langkah Prabowo dan Raja Charles III ini mendapat perhatian luas karena nilai selaras dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dengan pemulihan taman sebagai fokus utama, Indonesia menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Ke depan implementasi kesepakatan ini harapkan menjadi model kolaborasi internasional yang efektif, tidak hanya bagi Indonesia dan Inggris. Tetapi juga bagi negara lain yang menghadapi tantangan serupa dalam menjaga kelestarian alam.