LembarIlmu.com – Seiring Siklon Tropis 93S yang terus menguat di perairan Samudra Hindia, Wakil Ketua Komisi V DPR RI mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pesisir dan rawan bencana, untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi cuaca ekstrem. BMKG dan lembaga meteorologi terkait melaporkan bahwa Siklon 93S mengalami penguatan tekanan rendah sehingga meningkatkan kemungkinan angin kencang, hujan deras, dan gelombang tinggi di wilayah selatan dan barat Indonesia. Wilayah yang paling berpotensi terdampak termasuk Sumatra bagian barat, Nusa Tenggara, hingga Laut Jawa bagian selatan, meski perkiraan jalur siklon masih bisa berubah mengikuti dinamika cuaca global.
Imbauan Waka Komisi V DPR
Waka Komisi V DPR menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat serta koordinasi dengan pihak BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait. Beberapa poin imbauan utama antara lain:
- Pantau informasi resmi: Selalu cek update cuaca dari BMKG dan sumber resmi lainnya.
- Antisipasi daerah rawan banjir dan longsor: Warga di lereng dan pesisir minta menyiapkan jalur evakuasi.
- Persiapkan kebutuhan darurat: Termasuk obat-obatan, makanan siap saji, dan penerangan cadangan.
- Koordinasi dengan pemerintah lokal: Laporkan kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan.
Menurut DPR, langkah antisipatif sejak dini sangat penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian harta benda akibat siklon.
Potensi Dampak Siklon 93S
Siklon tropis seperti 93S dapat menimbulkan berbagai risiko bagi masyarakat, antara lain:
- Gelombang tinggi dan abrasi pantai di wilayah pesisir.
- Hujan lebat yang memicu banjir dan tanah longsor, terutama di daerah perbukitan dan pegunungan.
- Gangguan transportasi dan aktivitas ekonomi akibat cuaca buruk.
Analisis meteorologi menunjukkan bahwa meski siklon tidak selalu langsung menimbulkan bencana besar. Kewaspadaan tetap krusial, mengingat kondisi iklim Indonesia yang sangat rentan terhadap fenomena tropis. Dengan Siklon 93S yang terus menguat, imbauan Waka Komisi V DPR menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap siaga, waspada, dan selalu mengikuti informasi resmi. Persiapan dini dan koordinasi dengan instansi terkait dapat membantu mengurangi risiko dan dampak bencana, sekaligus menjaga keselamatan warga di wilayah terdampak.
