LembarIlmu.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Mojokerto beberapa hari terakhir memicu longsor yang menimpa tembok penahan tanah. Akibatnya, satu rumah warga mengalami kerusakan. Peristiwa ini terjadi di kawasan perbukitan yang rawan longsor, menegaskan pentingnya kewaspadaan dan mitigasi bencana bagi masyarakat setempat.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mojokerto langsung turun ke lokasi untuk menilai dampak dan membantu warga terdampak. Tim juga memastikan tidak ada korban jiwa dan memprioritaskan keselamatan warga di sekitar lokasi longsor.
Penyebab Longsor dan Dampaknya
Longsor terjadi karena kombinasi hujan intensitas tinggi dan kondisi tanah yang labil. Tembok penahan tanah yang seharusnya menahan pergerakan tanah gagal menahan tekanan tanah yang basah. Akibatnya, sebagian struktur tembok runtuh dan menimpa salah satu rumah warga, merusak bagian atap dan dinding.
Warga di sekitar lokasi menyebut bahwa hujan deras sudah berlangsung beberapa hari, membuat tanah di perbukitan menjadi lunak dan mudah bergerak. Pakar geologi menekankan bahwa daerah perbukitan seperti ini memiliki risiko longsor tinggi, terutama saat musim hujan. Kondisi ini menuntut kewaspadaan lebih dari pemerintah dan masyarakat agar risiko kerusakan properti dan keselamatan warga bisa minimalkan.
Tindakan Mitigasi dan Kesiapsiagaan
BPBD Mojokerto segera melakukan evakuasi ringan dan pemasangan rambu peringatan di sekitar lokasi longsor. Tim teknis juga memeriksa stabilitas tanah dan menyiapkan langkah darurat jika longsor susulan terjadi. Selain itu, pemerintah daerah berencana memperkuat tembok penahan tanah dengan material yang lebih kokoh dan meninjau lokasi rawan lainnya di Mojokerto.
Masyarakat himbau untuk tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di lereng atau dekat tembok penahan tanah. Warga diminta memantau perkembangan cuaca dan melaporkan tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan di tanah atau tembok, kepada pihak berwenang. Edukasi tentang mitigasi bencana juga terus digalakkan agar masyarakat siap menghadapi potensi longsor di masa mendatang.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan longsor. Dengan kolaborasi antara BPBD, pemerintah, dan masyarakat, risiko kerusakan dan korban jiwa dapat minimalkan. Meskipun hanya satu rumah yang rusak kali ini, langkah pencegahan jangka panjang tetap menjadi prioritas untuk menjaga keamanan warga Mojokerto di masa depan.
