LembarIlmu.Com – Pondok Pesantren Darul Mukhlishin di Aceh Tamiang kini telah kembali bersih dari tumpukan kayu dan material pascabanjir, setelah beberapa minggu terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut. Proses pembersihan lakukan secara gotong royong oleh pengurus pesantren, santri, dan masyarakat setempat.
Banjir yang terjadi sebelumnya membawa material kayu, lumpur, dan sampah ke area pesantren, mengganggu aktivitas belajar dan mengurangi kenyamanan lingkungan. Tim pembersih bekerja keras untuk menyingkirkan kayu-kayu besar, membersihkan ruang kelas, asrama, dan fasilitas lainnya. Alat berat dan tenaga relawan juga kerahkan untuk mempercepat proses pemulihan. Pengurus pesantren menyampaikan rasa syukur atas kerja sama semua pihak.
“Alhamdulillah, berkat dukungan warga dan relawan, pesantren sudah bersih. Santri bisa kembali belajar dengan nyaman,” kata salah satu pengurus.
Aktivitas keagamaan dan pendidikan kini perlahan mulai pulih, dengan penerapan jadwal belajar yang normal kembali. Pembersihan ini juga menjadi momen penting bagi pesantren untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan. Pengurus berencana menata ulang area sekitar pesantren agar lebih aman dari kemungkinan banjir susulan, termasuk pembuatan saluran air tambahan dan perbaikan fasilitas drainase.
Masyarakat sekitar menyambut baik pemulihan pesantren ini karena keberadaan Darul Mukhlishin tidak hanya sebagai pusat pendidikan. Tetapi juga sebagai tempat kegiatan sosial dan keagamaan yang penting bagi warga Aceh Tamiang.
Dengan lingkungan yang kini bersih dan aman, Pondok Pesantren Darul Mukhlishin Aceh Tamiang siap kembali menjadi pusat belajar dan kegiatan keagamaan, sekaligus menjadi simbol ketangguhan komunitas dalam menghadapi bencana alam.
